Tuesday, May 1, 2012

Trik Merawat Burung Kacer

Burung Kacer merupakan salah satu burung petarung yang memiliki gaya paling eksotis, disamping suaranya yang sangat memukau. Merawat burung Kacer sangat mudah dan menyenangkan.

 KARAKTER DASAR BURUNG KACER
Mudah beradaptasi, burung ini sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Petarung yang gampang naik darah. Apabila mendengar suara burung lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.

Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Kacer betina, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.

Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia. Kuda Laut-Mbagong-Mbedesi. Setiap burung Kacer memiliki karakter ini, karena ini merupakan karakter dasar dari burung Kacer. Ada beberapa sebab yang membuat burung Kacer mbedesi atau mbagong, yaitu: terlalu birahi, tidak kondisi (mau mabung atau sedang mabung), jatuh mental dan kurang birahi.

PEMILIHAN BAHAN BURUNG KACER YANG BAIK
(CIRI-CIRI BURUNG KACER YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Kacer :

  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Kacer jantan dapat dilihat warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
 MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG KACER
Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Kacer. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.

EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Kacer  yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG KACER
Perawatan harian untuk burung Kacer relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Kacer :
  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
  • Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
 
PENTING
Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 4x seminggu.


Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 2x seminggu.
Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.

PENANGANAN APABILA BURUNG KACER OVER BIRAHI
  • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 2 pagi dan 2 sore
  • Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00)
  • Berikan Cacing 2 ekor 2x seminggu
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
  • Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama

PENANGANAN APABILA BURUNG KACER KONDISINYA DROP
  • Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore
  • Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi setiap hari
  • Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali
  • Mandi dibuat 2 hari sekali saja
  • Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Kacer lain dahulu
  • Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari

PENANGANAN APABILA BURUNG KACER MBAGONG
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
  • Lakukan mandi malam. Minimal seminggu sekali.
  • Mandi pasir sewaktu penjemuran dengan menyediakan bak khusus berisi pasir bersih yang sudah diayak. Lakukan minimal seminggu sekali.
  • Stelan EF perlu di atur ulang menjadi setengah dari porsi awal.
  • Bisa diberikan Ulat Bambu 2 ekor seminggu sekali

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KACER UNTUK LOMBA
Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Kacer:
  • H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 5 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
  • 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor dan Ulat Hongkong 6-15 ekor.
  •  Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.

PENTING
Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Kacer lain.
Lakukan mandi malam (jam 19.00-20.00) pada H-1.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KACER PASCA LOMBA
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Kacer :
Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KACER MABUNG
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

 Berikut ini Pola Perawatan masa mabung :
  • Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  • Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
  • Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x seminggu dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  • Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
  • Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

Sexing Lovebird

 Terdapat sembilan spesies lovebird (LB) yang keseluruhannya berasal dari benua Afrika. Tiga spesies (Abyssinian, Madagascar dan Red Faced) tergolong dalam sexing dimorphic. Dimorphic artinya jenis kelamin burung-burung tersebut dapat dengan mudah dikenali dengan melihat, mengamati fisik burung tersebut. Namun untuk enam jenis burung LB yang lain tergolong non-dimorphic, artinya jenis kelamin burung-burung tersebut tidak dapat dikenali hanya melalui penglihatan. Jadi,  meskipun Anda memiliki “sepasang” lovebirds belum tentu mereka adalah benar-benar terdiri dari seekor burung jantan dan seekor burung betina. 
 
Uniknya, LB, meskipun berjenis kelamin sama mereka juga menunjukkan perilaku seperti sepasang burung jantan dan betina. LB dengan jenis kelamin sama juga saling menyuap makanan, menyisir bulu (didis; bhs jawa red), tidur berdempetan, bahkan merekapun mengerami telur (jika keduanya berkelamin betina). Intinya mereka dapat melakukan perilaku seperti sepasang burung jantan dan betina, padahal mereka berkelamin sama!

 LB yang tergolong non-dimorphic adalah jenis Peachfaced, Masked, Fischers, Black cheeked, Nyasa dan Black Collared. Pertanyaannya adalah, “Bagaimana mengenali jenis kelamin jenis-jenis LB tadi?”. Catatan di bawah ini dapat digunakan sebagai panduan untuk mengenali jenis kelamin LB. Hal tersebut dapat dilakukan dengan uji coba pada LB yang sudah matang seksualitasnya. Tanpa menggunakan sexing ilmiah, sepasang LB dapat diketahui jantan dan betina nya:

 • Jika salah satu burung mengerami telur, maka dia jelas berjenis kelamin betina.
 • Jika telur yang dierami menetas, maka jelas pula LB pasangannya adalah jantan. 

 Namun sekali lagi, selalu terdapat pengecualian dalam dunia LB. Terdapat pula LB berjenis kelamin betina yang tidak pernah mengerami telur, atau LB jantan yang tidak dapat membuahi telur. Atau dapat pula terjadi meskipun sudah jelas jantan dan betina, namun tidak jodoh, sehingga membutuhkan pasangan baru. Bagi LB, dan mungkin sebagian besar jenis burung lain, proses perjodohan hingga perkawinan burung harus matang secara sexual. LB betina siap untuk mulai bertelur dan melakukan pengeraman mulai umur 10 hingga 12 bulan.


 Terdapat beberapa metode sexing yang tidak bersifat ilmiah yang sering dilakukan oleh beberapa penangkar LB. Mulai dari bentuk dan ukuran kepala, posisi kaki burung bertengger (posisi kaki rapat atau lebar), rongga tulang pelvic (supit udang) hingga bentuk bulu ekor burung (menciut atau melebar). Dapat pula diamati perilaku burung. Hormon burung betina yang sudah cukup matang akan menunjukkan perilaku agresif dan sangat mungkin menyerang burung lain atau hal lain yang mengganggu daerah atau sarangnya.

 Sebaliknya burung jantan lebih menunjukkan perilaku tenang dan tidak begitu agresif. Semua hal yang diutarakan di atas adalah cara-cara yang tidak ilmiah. Artinya akurasi atau ketepatan sexing tidak dapat dijamin seratus persen. Terdapat beberapa pengecualian diantara burung yang satu dengan yang lain.

 Sexing secara ilmiah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan tes DNA dan operasi. Tes DNA dilakukan dengan menggunakan sample darah yang dapat diambil dari beberapa tetes darah dari kuku burung. Sedangkan cara operasi dilakukan dengan cara membius burung dan membuat sebuah irisan kecil di sisi sebelah kiri tubuh burung. Dengan metode operasi akan dapat dilihat dengan kasat mata keberadaan indung telur burung tersebut. LB betina jelas akan terlihat memiliki organ indung telur.

 LB biasa mengerami empat hingga enam butir telur di sarangnya. Cara terbaik untuk membuat telur-telur menetas adalah dengan membiarkan telur-telur tersebut sebagaimana adanya. Biarkan sang induk dalam kondisi aman dan tenang dalam mengerami telur-telur tersebut. LB termasuk burung yang cerdik dan teliti. Mereka dapat menghitung jumlah telur yang mereka erami. Memindah atau mengurangi telur dalam sarang akan membuat LB mengganti telur-telur yang hilang. Keduanya bergantian mengerami telur-telur tersebut. Ketika betina LB mengetahui telur-telur nya tidak akan menetas, maka segera dia akan berhenti mengeraminya.